Rabu, 09 April 2014

Honda CG series

Honda CG, yang terdiri dari 2 varian, yaitu Honda CG 110 dan CG 125 diluncurkan oleh PT. Federal Motor di Indonesia.

Honda CG diluncurkan ke pasar Indonesia, yang diawali oleh Honda CG 110 pada tahun 1973 dan Honda CG 125 pada tahun 1975, keduanya hadir pertama sekali dalam keadaan built-up dengan kode K-1. Honda CG merupakan sepeda motor legendaris yang memiliki postur rada mirip dengan Honda CB. Sekilas antara Honda CG dan Honda CB terlihat sama. Teknologi mesin Honda CG merupakan gebrakan Honda pertama dalam mendesain mesin 4-tak, dengan menerapkan teknologi OHV (Over Head Valve), merupakan teknologi yang sangat unik dan menarik, yang saat itu belum dikenal oleh produk lain di luar Honda yang biasanya menerapkan teknologi OHC (Over Head Camshaft). Teknologi OHV (Over Head Valve), adalah dimana posisi camshaft terletak di bawah, pada area blok silinder, sedangkan untuk menggerakkan buka tutup klep diatur oleh rocker arm yang menggunakan mekanisme dari push road atau batang stik. Teknologi ini sama dengan teknologi yang diterapkan pada sepeda motor Harley Davidson pada masa itu


Honda CG 110 (1973-1982)

Honda CG 110 (1973)
Pada tahun 1973, sebenarnya Honda telah meluncurkan Honda Benly secara built-up dari Jepang yang berkapasitas 110cc, pada tahun yang sama juga meluncurkan Honda CG 110, yang berkapasitas sama 110cc juga, yang konon juga didatangkan secara built-up langsung dari Jepang. Gebrakan Honda CG 110 dengan teknologi OHV nya, semakin meramaikan produk-produk Honda yang bermunculan pada era 70-an. Pada dua tahun pertama kemunculan Honda CG 110 termasuk diminati para pengguna sepeda motor di Indonesia, karena teknologi mesin uniknya, tapi pada tahun-tahun selanjutnya perjalanan Honda CG 110 seperti berada di bawah bayang-bayang Honda CB 100 yang memang lebih diminati pengguna sepeda motor di Indonesia pada masa itu.

Honda CG 110 (1979)
(source: http://archive.kaskus.co.id)
Walaupun kehadiran Honda CG 110, tidak selaris Honda CB di pasar sepeda motor Indonesia, tapi tetap bertahan selama 9 tahun, hingga akhirnya produksi Honda CG 110 di Indonesia dihentikan pada tahun 1982.











Honda CG 125 (1975-1982)

Honda CG 125 (1975)
Pada tahun 1975, cabang Honda di Indonesia, PT. Federal Motor meluncurkan Honda CG 125 berkode K-1, secara built-up dari Jepang, bermesin 4-tak, 125cc, juga dengan teknologi OHV.

Kehadiran Honda CG 125, hampir sama dengan nasib Honda CG 110, karena dari sektor penjualan kalah bersaing dengan sepupu dekatnya Honda CB 125 yang lebih diminati para pengguna sepeda motor di Indonesia pada era 1975-an.

Jumat, 28 Maret 2014

Korek Harian Honda Grand 125cc

1. Piston Kawasaki Blitz Joy dengan diameter 56mm.
Piston ini dapat ditebus seharga 175.000 ori pabrik. Merek NPP hanya berkisar harga 125.000 saja. Pemasangan harus ganti liner di tukang bubut dan bubut lubang crankcase. Piston sedikit dimodif untuk mengatur kompresi dan lain lain.
2. Karburator
Karburator bisa direamer agar udara masuk lebih banyak atau menggunakan karburator Shogun SP atau Kharisma. Agar lebih mantab bisa menggunakan VM24 (RX-S) atau Keihin PE24. Sesuaikan lagi ukuran spuyer agar hasil lebih maksimal.
3. Pengapian di upgrade
Minimal CDI menggunakan BRT agar pengapian lebih maksimal, sehingga motor menjadi irit bertenaga.
4. Per kopling Suzuki Smash
Per kopling dapat menggunakan milik Suzuki Smash original. Lebih baik lagi jika membeli per kopling aftermarket seperti BRT, CLD, dsb. harga per kopling Suzuki Smash sekitar 5000 rupiah per biji.
5. Kampas kopling Tiger
Kampas kopling bisa tetap menggunakan original Honda Grand atau disubstitusi dengan Honda Tiger. Kampas langsung plek masuk.
6. Porting Polish + Knalpot dibobok
Porting diubah dan dibesarkan 1mm sampai 2mm saja. Klep standar masih mencukupi pasokan udara ke dalam mesin. Kalau mau lebih dapat mengganti dengan klep Shogun. Knalpot iku dibobok agar pembuangan maksimal dan mesin mampu teriak agar performa terdongkrak.

Jumat, 15 November 2013

Paket servis HONDA di AHASS

Pihak AHM membuat 3 paket perawatan rutin untuk para pemilik HONDA yaitu:

paket servis lengkap meliputi:
* Bersihkan Karburator
* Setel Kaburator
* Periksa saringan udara
* Periksa/ganti oli
* Periksa kondisi Busi
* periksa/Setel&lumasi rantai roda
* Periksa/setel rem depan&belakang
* periksa/Tambah air Accu
* Periksa Lampu&klakson
* Setel&lumasi Kabel gas
* Periksa/Setel Stang Kemudi
* Periksa/kencangkan mur&baut
* Periksa Roda&ban
* Setel klep
* Periksa/Setel Kopling
* Periksa Radiator
* Periksa throttle boddy&Puteran Mesin
* Periksa Bank Angle Sensor
* Periksa Saklar standar samping

Paket servis ringan meliputi
* Bersihkan Karburator
* Setel Kaburator
* Periksa saringan udara
* Periksa/ganti oli
* Periksa kondisi Busi
* periksa/Setel&lumasi rantai roda
* Periksa/setel rem depan&belakang
* periksa/Tambah air Accu
* Periksa Lampu&klakson
* Periksa Radiator
* Periksa throttle boddy&Puteran Mesin
* Periksa Bank Angle Sensor
* Periksa Saklar standar samping

Paket ganti oli plus
* Ganti Oli mesin
* Setel&lumasi rantai roda
* Setel rem depan&belakang
* Periksa tekanan angin ban
* Periksa Lampu&horn
* Periksa Radiator

jadi ga ada tuh paket servis besar,selain itu umumnya tuh adanya:

* skurr klep
* pres body+porok
* stel roda
* press velg racing
* dll


semua tuh disesuaikan kondisi dan situasi AHASS nya masing2.


Selesai :)