Sabtu, 30 Maret 2013

Memfungsikan Twitter untuk memasyarakatan pancasila



Dewasa ini banyak sekali timbulnya media sosial elektronik semacam facebook,twitter,line,dan wechat dalam kehidupan sehari-hari, hal ini merupakan implikasi langsung dari arus globalisasi dan moderenisasi. Di indonesia sendiri,pengguna twitter mencapai 19,5 juta akun dan ini merupakan prestasi terbesar ke lima setelah disalip oleh Inggris Raya yang berhasil berada di posisi keempat dengan 23,8 juta akun. Sementara itu, posisi satu ditempati Amerika Serikat dengan 107,7 juta, posisi kedua diraih Brasil dengan 33,3 juta, dan Jepang di posisi ketiga dengan 29,9 juta akun karena twitter memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan diantara nya ialah:
1.     Kelebihan :
·         walaupun terbilang baru namun mampu menyita banyak member walaupun tak sebanyak facebook.
·         banyak artis yang sering menggunakan twitter dari pada facebook sehingga memancing fansnya juga memakai twitter.
·         Dalam twitter jika ingin menambah teman cukup melakukan 'follow' dan tidak perlu disetujui oleh orang yang kita 'follow', jika di facebook harus menunggu konfirmasi dari orang yang di add.
·         dapat lebih mudah mengganti status dengan sekali tombol 'tweet'.
·         kita dapat mengubah gambar layout. Layout dapat berupa gambar default yang disediakan oleh twitter maupun foto kita sendiri, jadi akan tampak lebih cantik.
2.    Kekurangan :
·         karekter yang digunakan sangat sedikit (pada kolom tweet) dibatasi hanya 180 karakter,, jauh sangat sedikit dibanding facebook yang mampu menampung 500 karakter.
·         Penggunaan twitter terbilang lebih rumit dan ribet dibanding facebook. Kita harus menguasai beberapa simbol dalam twitter seperti @, RT, #, dan masih banyak simbol yang lainnya.
·         dalam twitter harus pandai menyingkat kata karena karakter yang disediakan sangat sedikit.
·         foto profil sangat kecil dan tidak bisa membuat album foto layaknya dalam facebook.
·         biodata pribadi juga sangat sedikit dibanding facebook yang menampung biodata yang cukup kompleks.
·         dalam twitter tidak tersedia fitur chatting seperti di facebook sehingga tidak tahu siapa saja waktu itu yang sedang online.
·         untuk upload gambar dibatasi ukurannya. Tidak seperti di facebook yang mencapai 4mb, pada twitter dibatasi cuma 1mb.
Maka untuk lebih memasyarakatan Pancasila pada para pemuda, maka pemanfaatan twitter sebagai media komunikasi terpopuler saat ini cukup efektif untuk proses pemasyarakatan tersebut dapat di lakukan dengan cara:

  •   Pertama, pendekatan intensif. Yaitu pendekatan secara intensif dan terus menerus mengenai pemahaman Pancasila sebagai dasar negara. Pendekatan ini diharapkan akan me- minimalisir berkembangnya paham-paham yang berkeinginan untuk mengganti Pancasila de- ngan paham-paham yang lain sebagai dasar negara.

  • Kedua, pendekatan komunikatif. Pendekatan yang memerlukan penyesuaian diri Pancasila mengenai bentuk penyampaian yang lebih mudah dipahami oleh pemuda, baik dari segi penyampaian isi, bahasa, dan hubungannya dengan pemuda. Pendekatan ini ditekankan pada Pancasila sebagai filosofi bangsa.

  • Ketiga, pendekatan realistik. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa harus mampu menunjukkan berbagai macam bukti atas kesaktiannya menghadapi segala bentuk tantangan zaman yang telah berhasil dilewatinya dan bersifat fleksibel dengan perkembangan zaman. Sehingga para pemuda tidak menganggap Pancasila hanya sebagai sebuah kenangan masa lalu yang bersifat kuno/kampungan dan sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, serta sifatnya yang kaku dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi yang terjadi.

  • Keempat, pendekatan solutif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Pancasila mampu memberikan solusi yang baik dan adil atas semua permasalahan yang menimpa bangsa saat ini. Sehingga menjadikannya sesuatu yang masih tetap diperlukan dan dipertahankan sebagai suatu ideologi nasional yang mampu mencegah perselisihan dan gesekan-gesekan sosial. Dan selalu hadir dalam setiap aktivitas masyarakat.

  • Kelima, pendekatan kritis. Bahwa Pancasila sebagai filter bagi kebudayaan nasional, dapat memberikan pemahaman mengenai keluhuran nilai-nilai budaya yang kita miliki. Yang wajib dipertahankan dan dilestarikan dari ancaman kepunahan oleh adanya globalisasi dan modernisasi itu sendiri. Sehingga nasionalisme yang ada dalam tiap-tiap pemuda Indonesia terus tumbuh dan besar untuk lebih mencintai budayanya sendiri.

Lima pendekatan di ataslah saat ini yang perlu dilakukan oleh Pancasilais untuk lebih memasyarakatkan Pancasila khususnya di kalangan pemuda, yang notabene sebagai pemegang tongkat estafet pemimpin bangsa untuk masa selanjutnya. Lima pendekatan ini akan lebih efektif jika diterapkan melalui penggunaan media komunikasi terpopuler saat ini yaitu twitter
Sehingga diharapkan para pemuda lebih mudah dan cepat dalam memahami dan me- maknai nilai-nilai Pancasila, untuk selanjutnya dapat diterapkan langsung dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.
Sumber:
http://www.tempo.co